TELUK KUANTAN - Berbeda dengan tahun sebelumhya, 3 hari menjelang lebaran Idul Fitri 1446 H tahun 2025 ini mobil-mobil pelansir BBM yang telah dimodifikasi masih beroperasi di SPBU yang sda di Kuansing.
Pada arus mudik tahun sebelumnya pelayanan pada pemudik dalam memperoleh BB di SPBU lebih baik dibanding tahun ini. Hal ini terjadi karena pengawasan pihak terkait saat itu sangat ketat.
Pada mudik tahun 2024, stok BBM seperti Pertalite tersedia pada siang hari. Tahun 2025 ini sebaliknya, BBM pertalite banyak yang sudah kosong
Padahal sudah diminta seminggu sebelum dan setelah lebaran setiap SPBU diminta fokus mensukseskan arus mudik dan arus balik. Karena puluhan jutaan warga yang menggunakan berbagai moda transportasi bergerak menuju kampung halaman. Mereka membutuhkan dukungan pasokan BBM yang lancar dan sesuai harga.
Pantauan di tiga SPBU yang ada di kecamatan Kuantan Tengah, keberadaan mobil pelansir BBM membuat kenderaan warga harus antri panjang. Mereka berebut dengan kenderaan pelansir BBM.
Rata-rata mereka antri 1 hingga 2 jam untuk mendapatkan BBM utamanya Pertalite dan solar.
" Kadang antri 2 jam,"ujat Andi salah seorang pemilik kenderaan.
Yang lebih parah setelah antri cukup lama tiba-tiba stok BBM dinyatakan habis. Hal ini menambah kekecewaan pengendara yang telah lama antri.
Begitu juga dengan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumut dan Aceh serta sebaliknya yang melintasi Kuansing sering mendapati SPBU tidak buka dan antrean yang cukup panjang dan berebut dengan pelansir BBM. Hal ini membuat mereka terlihat kecewa dan memilih pergi melanjutkan perjalanan mencari SPBU lainnya.
Kondisi ini harus menjadikan pihak terkait baik Kepolisian, Diskoperindag dan Pertamina melakukan pemantauan terhadap SPBU agar kelancaran arus mudik tidak terkendala. Apalagi bagi pemudik antar pulau yang tidak mengetahui kondisi dilapangan.
" Pihak terkait harus turun dan pro aktif menertibkan SPBU disaat arus mudik dan arus balik. Jangan sampai pemudik apalagi yang melaksanakan perjalanan jauh terganggu akibat sulit mendapat BBM di SPBU,"ujar Jupri.
Naldi warga Teluk Kuantan menambahkan, pengawasan pihak berwenang harus tegas. Ia merasa sedih melihat pemudik kesulitan mendapat BBM dengan harga standar.
Kadis Koperasi UKM Pedagangan dan Perindustrian Kuansing, Delis Martoni yang dikofirmasi soal penertiban SPBU dari mobil pelansir BBM selama arus.mudik dan arus balik belum memberi tanggapan. ( nto )

